Selasa, 30 November 2021

Dramaturgi

DRAMATURGI        
                                                                                                                                  
Dramaturgi adalah sebuah teori yang mempelajari seluk-beluk cerita dari naskah, yang di dalamnya terdapat studi struktur dramatik, plot atau alur cerita, penokohan dan setting peristiwa. 

Dengan mempelajari dramaturgi seseorang mempunyai pengertian yang mendalam tentang hubungan antara dunia fiktif dalam permainan drama dan dunia realitas. Fasih dalam menganalisa naskah berdasarkan keterangan mengenai keadaan masyarakat di mana naskah tersebut ditulis dan teori-teori serta praktek menjalankan pemeranan untuk mana naskah atau yang bersangkutan telah ditulis. Juga berkemampuan menerapkan analisa tersebut dengan menguji ketepatan karakterisasi dari watak-wataknya; seperti memerinci keluarga watak, latar belakang pendidikan watak, lingkungan kehidupan watak, kepribadian watak, perkawinan watak, dan lain-lain, yang diketemukan di dalam analisa naskah, dan mengatur konsistensinya dengan visi sutradara. 

Dengan mempelajari dramaturgi seseorang dirangsang untuk mencari informasi tentang naskah dari periode tertentu dalam sejarah dan menggali latar belakang sosialnya.  

Istilah dramaturgi dicetuskan oleh dramawan Jerman Gotthold Ephraim Lessing. Dari tahun 1767 – 1770, ia menulis dan menerbitkan serangkaian kritik melalui bukunya yang berjudul dramaturgi Hamburg (Hamburgische Dramaturgie). Lessing dikenal sebagai bapak dramaturgi modern.  

Karya lain yang penting dalam tradisi teater Barat adalah karya Aristoteles yang berjudul “Poetics” (ditulis sekitar 335 SM). Yang sampai sekarang masih dianggap sebagai acuan dunia teater. Dalam buku Poetics, Aristoteles menjabarkan penelitiannya tentang drama tragedi dan komedi. 

Aristoteles meneliti hampir semua karya penulis Yunani pada masa itu. Kisah tragis merupakan obyek utama penelitiannya. Aristoteles menyanjung lakon Oedipus Rex sebagai drama yang paling dapat diperhitungkan. Meskipun Aristoteles mengatakan bahwa drama adalah bagian dari puisi, namun Aristoteles menganalisa drama secara keseluruhan. Bukan saja dari naskah, tapi juga hubungan antar watak, akting, dialog, plot dan cerita. 

Nilai-nilai yang dikemukakan Aristoteles dalam mahakarya tersebut dikenal sebagai drama ala Aristoteles atau “drama Aristotelian”, di mana Deus Ex Machina (karakter imajiner, buatan, peristiwa yang tiba-tiba terjadi atau keajaiban yang timbul sebagai solusi dalam lakon yang memuncak atau plot yang sulit. Contohnya, dalam kisah Cinderella ada peri yang tiba-tiba muncul ketika dia tidak bisa pergi ke pesta) adalah suatu kelemahan, dan dimana acting harus tersusun berdasarkan sebab-akibat. Ada juga konsep kunci dramatik seperti Anagnorisis ( perilaku acuh menjadi butuh karena perkembangan cerita) dan katarsis (sensasi atau efek turut terbawanya alur cerita ke dalam hati, perasaan ini seyogyanya muncul di hati penonton seusai menonton lakon drama) tertuang dalam Poetics. Karya Aristoteles ini sampai sekarang masih menjadi acuan dasar pada berbagai petunjukan atau pun kursus-kursus per-film-an.  
 
Jika Aristoteles mengungkapkan dramaturgi dalam artian seni, maka Goffman mendalami dramaturgi dari segi sosiologi. Irving Goffman melalui bukunya yang berjudul The Presentation of Self in Everiday Life, menggali segala macam perilaku dalam berinteraksi, seperti yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, di mana kita menampilkan diri sebagaimana seorang aktor menampilkan karakter peran dalam sebuah pertunjukan drama. Bila Aristoteles mengacu pada pertunjukan drama, maka Goffman mengacu pada pertunjukan sosiologi (pertunjukan yang terjadi di masyarakat). 
Goffman menggali segala macam perilaku interaksi yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, yang menampilkan diri kita sendiri dalam cara yang sama dengan cara seorang aktor menampilkan karakter orang lain dalam sebuah pertunjukan. Tujuan dari presentasi dari diri – Goffman ini adalah penerimaan penonton akan manipulasi. 

Bila seorang aktor berhasil, maka penonton akan melihat aktor sesuai dengan apa yang ingin diperlihatkan oleh aktor tersebut. Aktor akan semakin mudah menggiring penonton untuk mencapai tujuan dari pertunjukan. Ini dapat dikatakan sebagai bentuk lain dari komunikasi. Karena komunikasi sebenarnya adalah alat untuk mencapai tujuan. 

Dalam komunikasi konvensional manusia berbicara tentang bagaimana memaksimalkan indra verbal dan non-verbal untuk mencapai tujuan akhir komunikasi, agar orang lain mengikuti kemauannya. Maka dalam dramaturgi, yang diperhitungkan adalah konsep menyeluruh tentang bagaimana menghayati peran sehingga dapat memberikan sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. 

Tujuan dramaturgi bagi Goffman adalah mempelajari perilaku manusia dalam mencapai tujuannya dan bukan untuk mempelajari  hasil dari perilakunya tersebut. Bermain peran merupakan salah satu alat yang dapat mengacu kepada tercapainya kesepakatan tersebut. Dalam teori dramaturgi dijelaskan bahwa identitas manusia adalah tidak stabil dan setiap identitas tersebut merupakan bagian dari kejiwaan (psikologi) yang mandiri. Identitas manusia bisa berubah-ubah  tergantung dari interaksinya dengan orang lain. Dalam dramaturgi, interaksi social dimaknai sama dengan pertunjukan drama. 

Manusia adalah aktor yang berusaha menggabungkan karakterisasi personal dan tujuannya kepada orang lain melalui “pertunjukan dramanya sendiri”. Dalam mencapai tujuannya tersebut, menurut konsep dramaturgi, manusia akan mengembangkan perilaku-perilaku yang mendukung perannya tersebut. Sebagaimana pertunjukan drama, seorang aktor kehidupan juga harus mempersiapkan kelengkapan pertunjukan. 
Kelengkapan ini antara lain memperhitungkan setting, kostum, penggunaan kata (dialog) dan tindakan non-verbal lain. Hal ini tentunya bertujuan untuk meninggalkan kesan yang baik pada lawan interaksi dan memuluskan jalan dalam mencapai tujuan. Oleh Goffman, tindakan di atas disebut dalam istilah “impression management”. 

Goffman juga melihat bahwa ada perbedaan akting yang besar saat aktor berada di atas panggung (front stage) dan di belakang panggung (back stage) drama kehidupan. Kondisi acting di front stage adalah adanya penonton (yang melihat kita) dan kita sedang berada dalam bagian pertunjukan. Saat itu kita berusaha untuk memainkan peran kita sebaik-baiknya agar penonton memahami tujuan dari perilaku kita. Perilaku kita dibatasi oleh konsep-konsep drama yang bertujuan untuk membuat drama yang berhasil. 

Sedangkan back stage adalah keadaan dimana kita berada di belakang panggung, dengan kondisi bahwa tidak ada penonton. Sehingga kita dapat berperilaku bebas tanpa mempedulikan plot perilaku, bagaimana yang harus kita bawakan. Contohnya, seorang teller senantiasa berpakaian rapi menyambut nasabah dengan ramah, santun, bersikap formil dan dengan perkataan yang  diatur. Tetapi, saat istirahat siang, sang teller bisa bersikap lebih santai, bersenda gurau dengan bahasa gaul dengan temannya atau bersikap tidak formil (ngerumpi,dsb). 

Saat teller menyambut nasabah, merupakan saat front stage baginya (saat pertunjukan). Tanggung jawabnya adalah menyambut nasabah dan memberikan pelayanan kepada nasabah tersebut. Oleh karenanya, perilaku sang teller juga adalah perilaku yang sudah digariskan skenarionya oleh pihak manajemen. 

PIRAMID FREYTAG

 Diagram yang menunjukkan struktur tragedi lima babak yang direka oleh Guster Freytag dalam bukunya Technic des Dramas (1863). diagram berbentuk pyramid ini telah diterima umum sebagai salah satu cara untuk mendekati atau memahami struktur plot dalam cerita, termasuk drama.

 

STRUKTUR PLOT

Dalam cerita atau drama, plot ialah sesuatu yang menghubungkan antara peristiwa-peristiwa dalam sebuah cerita yang rapat pertaliannya dengan gerak laku lahiriah dan batiniah watak-watak dalam cerita. Setiap peristiwa dan gerak laku itu dari awal hingga akhir  adalah didasarkan kepada hukum sebab akibat. Plot tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi, tetapi yang penting ialah mengapa hal itu terjadi, dan dalam hal ini, setiap peristiwa selalu saling  berhubungan dan hubungan itu diadakan oleh faktor-faktor sebab akibat.
 
Penyusunan plot timbul setelah faktor-faktor yang membina cerita terkumpul. Sungguh pun yang wujud dalam alam nyata ialah segala kejadian yang terperinci dan tersusun secara kronologis, tetapi dalam pembinaan plot, keadaannya tidaklah sama. Susunan cerita berganting kepada imajinasi dan daya khayal pengarang pengarang itu sendiri. pengarang mungkin memulai berita dari tengah-tengah bagian cerita ataiu mungkin pada waktu peristiwa sedang memuncak. Karena itu plot adalah penyusunan kronologis yang telah disesuaikan mengikuti kemauan pengarang dan tidak semestinya mengambil semua faktor-faktor urutan aksi.
 
Dalam membina plot harus ada kesatuan yang bertolak daripada peristiwa-peristiwa atau bagian-bagian yang saling berhubungan. Dengan itu dalam sebuah cerita akan bertemu dengan suatu sebab yang menimbulkan pula hal yang lain. jika hubungan itu tidak meyakinkan, kesatuan akan longgar dan cerita tidak akan menarik perhatian lagi. Pergerakan peristiwa haruslah logis sehingga dapat membentuk satu kesatuan yang dapat menimbulkan kesan yang hidup. 
 
Permulaan plot dikenal sebagai eksposisi yang layaknya menjadi bagian untuk memperkenalkan watak-watak itu, terjadi peristiwa dan timbullak konflik (seperti konflik batin yang terjadi dalam diri tokoh atau pertikaian lahir antara manusia dengan alam, dengan masyarakat atau dengan nasibnya). Peristiwa bergerak dan berkembang membawa kepada peringkat kedua, yaitu pertengahan cerita yang dikenal sebagai komplikasi. 

Pada pertikaian ini, diperlihatkan konflik menjadi semakin rumit dan harus dihadapi oleh tokoh-tokoh melalui prosesnya menuju kepada kestabilan. Pertentangan itu menuju kepada klimaks. Pada klimaks inilah tercapainya konsentrasi yang maksimal. Dari sini urutan cerita menuju kepada peleraian, walau pun kadang-kadang dalam setengah cerita , klimaks sekaligus merupakan pengakhiran cerita.
 
Dalam pembinaan plot juga, unsur ketegangan merupakan salah satu unsur yang penting. Ini dapat merangsang rasa ingin tahu membaca tentang peristiwa yang akan terjadi selanjutnya. Ternyata komposisi yang menarik ialah apabila hadirnya unsur-unsur ketegangan. 

Dengan adanya unsur-unsur yang membina plot seperti eksposisi, konflik, komplikasi, klimaks, peleraian dan penyelesaian, plot dapat dikatakan sebagai satu “struktur cerita” atau biasa juga disebut sebagai “jalan cerita” (bagaimana sebuah cerita itu dirangkai dari satu peristiwa kepada peristiwa yang lain) bagi sebuah cerita atau drama. Adanya kesinambungan peristiwa itu, lahirlah cerita yang bermula dan berakhir. Antara awal dan akhir itulah terlaksananya plot.  

TRAGEDI
 
Dalam sebuah drama, prosa atau puisi, yang memaparkan suatu peristiwa penting dari kehidupan seseorang ternama, atau suatu tokoh, yang mencapai puncaknya dalam suatu peristiwa  buruk atau malapetaka yang menyedihkan. Keseluruhannya dipersembahkan dengan penuh teliti dan dalam keadaan yang serius. Jelasnya, tragedi adalah satu peristiwa di dalam drama di mana protagonisnya mengalami kejatuhan atau kecelakaan dari suatu kejayaan. 

Istilah ini umumnya digunakan untuk drama. Pada mulanya tragedi dihubungkan kepada upacara yang bersifat keagamaan dan persembahan kepada dewa-dewa. Tragedi tertua yang bersifat keagamaan terdapat di Mesir dan Syria dengan cerita-cerita berkenaan dengan watak dari mitos Orisis. Attis dan Adonis. Di Yunani, tragedy di mulai dengan upacara keagamaan terhadap Dewa Alam Dionysus. Persembahan tragedi jaman permulaan biasanya diselingi dengan tari-tarian.
 
Perbincangan tentang konsep tragedi , selalu di mulai dari pendapat Aristoteles dalam bukunya Poetics. Aristoteles mendifinisikan tragedi sebagai “peniruan gerak laku yang berat, agak luas dan lengkap, lebih sering dalam bentuk drama yang memakai bahasa yang indah dengan menggunakan peristiwa-peristiwa yang menimbulkan kesedihan dan ketakutan dan dengan demikian membersihkan jiwa dari emosi.” 

Bagi Aristoteles, watak utama yang dikaruniai dengan sifat-sifat ketakutan apabila mengalami bencana sebagai akibat dari salah satu kelemahan dirinya (misalnya terlalu takabur atau gelojoh akan kekuasaan) akan menimbulkan kasihan dan ketakutan kepada penonton/ pembaca. Watak itu menimbulkan kasihan karena bencana yang akan diterimanya itu tidak setimpal dengan kekhilafannya; dan ini mendatangkan ketakutan karena ia menyadari bahwa semua manusia tak luput dari kelemahan. Dan kelemahan ini mungkin sewaktu-waktu mendatangkan bencana. 

KOMEDI

(dari Lat,: Comoedia; Yun,: Coomooidia=pawai peserta pesta;coide=Nyanyian). Salah satu bentuk sandiwara, yang (berlawanan dengan tragedI atau sandiwaa sedih) menonjolkan segi kegembiraan dalam diri dan perilaku manusia. Penulis-penulis komedi yang terkenal antara lain ialah: Aristophanes (Yunani, 445-385 sebelum Masehi); Menander (Yunani, 342-291 sebelum Masehi); Titus Plautus (Italia; 250-184 sebelum Masehi); Terentius (Latin, Romawi; + 195-190 sebelum Masehi); *Moliere (Perancis; 1622-1673); Williams Shakespeare (Inggis; 1564-1616); Calderon (Spanyol; 1600-1681); Ludvig Holberg (Denmark; 1684-1754); Carlo Goldoni (Italia; 1707-1793); G.B. Shaw (Anglo- Irlandia; 1856-1950). 

Dari khasanah komedi di Asia dikenal Syakuntala, karya Kalidasa (abag ke- 5 Masehi); Burung-burung sebagai Telangkai, karya Yuang Ta-Chang (Cina, ± 1645). 

Indonesia mengenal bentuk-bentuk komedi rakyat, seperti topeng dan lenong (Jakarta), Bancak Doyok dan Pentul-Tembem yang berkembang menjadi dagelan (Jawa Tengah), Ludruk-Besutan (Jawa Timur). Karya-karya komedi dari khasanah sastra Indonesia lama, antara lain: Abunawas, Pak Blegog, Lebai Malang, dan lain-lain; dari sastra Indonesia modern, antara lain: Pembalasannya (Saadah Alim, 1041; Jinak-jinak Merpati (Amin Pane, 1944); Liburan Seniman (Usmar Ismail, 1944). 

Sejalan dengan perkembangan tehnologi seni pertunjukan tidak hanya disajikan melalui panggung tetapi juga melalui film. Bentuk komedi di dalam film terutama menampilkan situasi lucu yang memancing ketawa (Inggris; slap stick comedy). Dalam perkembangan selanjutnya film komedi tidak selalu dimainkan bintang-bintang pelawak, tidak lagi menekankan pada gerak-gerik serta mimik lucu seperti pada film-film bisu, tetapi lebih mengutamakan tema cerita yang sering merupakan parody dan dimainkan oleh pemain watak. 

Bintang-bintang film komedi, antaa lain: Charlie Chaplin; pasangan Bob Hope dan Bing Crosby; pasangan Stan Laurel dan Oliver Hardy; pasangan Jerry Lewis dan Dean Martin, dan lain-lain.

HAMARTIA

“Kesalahan, kekhilapan atau kelemahan besar” yang menjadikan nasib seorang pahlawan dalam sebuah tragedi menjadi sebaliknya. Bagi Aristoteles, protagonis dalam tragedi  seharusnya “seorang yang terkenal bukan karena sifatnya yang baik dan adil, tetapi disebabkan oleh kecelakaan yang menimpa dirinay; begitu juga ia terkenal bukan karena moralnya yang buruk, tetapi disebabkan oleh kekhilapan atau kelemahannya. 

Hamartia yang disebut juga sebagai “cacat tragedi” mungkin disebabkan oleh pertimbangan yang tidak baik, watak yang buruk kelakuannya. Kelemahan yang diwarisi dan sebagainya. Bagaimana pun, kekhilapan itu mestilah diperlihatkan atau dinyatakan sendiri melalui aksi yang jelas atau kegagalan melakukan aksi yang tertentu. Lihat tragedi. 

WATAK

Watak ialah manusia atau pelaku dalam cerita yang berbentuk naratif atau drama yang diberi sifat-sifat tertentu termasuk perangai dan pemikiran yang dikenal melalui percakapannya, yaitu dialog dan apa yang mereka lakukan dalam bentuk aksi. Berdasarkan perangai dan nilai moral suatu watak yang lahir melalui percakapan dan aksi itu membentuk sebagian dari motivasi watak. 

Suatu watak pada dasarnya mungkin tidak berubah atau tidak bertukar dari segi rupa dan sifat-sifat bawaan dan juga pemikiran, dari awal hingga ke akhir cerita. Watak juga mungkin menempuh atau mengalami perubahan yang radikal atau cepat atau sebaliknya melalui perkembangan secara sedikit demi sedikit, atau sebagai akibat dari krisis yang meruncing. 

Apakah watak itu berubah atau tidak, kita memerlukan kepastian pada suatu watak – dia tidak boleh berlaku dengan cara yang tidak sesuai dengan dengan tabiat yang ditentukan. 

ADEGAN

Istilah dalam bahasa Inggrisnya scene berasal daripada perkataan   skene yang terdapat dalam teater zaman Yunani Kuno, yang berarti tempat suatu aksi  dan dialog diucapkan. 

Kini, adegan merupakan bagian dari babak yang maksudnya bagian-bagian aksi yang berurutan dalam satu setting peristiwa yang tidak berubah. Dalam pementasan drama, pemecahan adegan kadang-kadang dapat dilihat dengan naik-turunnya layar atau gelap-terangnya lampu, atau hanya dengan pertukaran watak (keluar-masuknya watak). 

Pada teorinya, adegan yang tersusun harus mempunyai struktur yang seimbang dengan lakon itu sendiri, dengan lima bagian yang logisnya (lihat struktur dramatik). Sementara penyusunan kea rah klimaksnya dianggap sebagai dasar yang paling penting dalam pembinaan adegan.  

Secara longgarnya, adegan dapat dijeniskan atas beberapa dasar tertentu, misalnya panjang pendeknya, fungsi strukturnya, tehnik dalaman dan latar belakang luaran. Dengan begitu mungkin terdapat adegan panjang dan adegan pendek, adegan transisi, adegan eksposisi, adegan bentuk klimaks, adegan selingan dan sebagainya. Terdapat juga adegan yang disebut sebagai adegan monolog, adegan dialog, adegan pertempuran, adegan di dalam hutan, di taman bunga atau di dalam mahkamah dan sebagainya. 

Dalam penulisan novel yang berbentuk dramatik, penggunaan adegan dapat dikesankan apabila pengarang mencoba membina ceritanya secara berurutan dalam bentuk adegan yang dapat berdiri sendiri, dan cara ini dalam banyak hal sama seperti cara penulisan drama. Jelasnya, setiap aksi yang berlaku dalam cerita dipersembahkan sebagaimana ia diimajinasikan berlaku., tidak hanya dengan meringkaskannya dalam bentuk eksposisi naratif. 

Dalam novel, kecenderungan ini biasanya dilakukan dengan menggunakan tehnik pengarang menyembunyikan diri dan hasilnya merupakan satu tehnik yang bercorak dramatik, disebut sebagai “kaidah adegan”. 

Pembinaan suatu bab dalam novel menurut “kaidah adegan” biasanya bermula dengan satu uraian yang terperinci tentang latar dan sifat-sifat dalaman watak yang terlibat dengan aksi; kemudian, setelah segalanya tersedia dengan baik, aksi dan percakapan dipersembahkan secara langsung dengan terperinci, aksi it uterus meningkat kepada klimaks. Pada ketika itu juga “layar” secara kiasannya  pun diturunkan, dan “layar” yang dimaksud itu ialah penyelesaian bab yang dilakukan secara tiba-tiba. 

“Kaidah adegan” ini selanjutnya diteruskan dalam bab-bab berikutnya menurut keperluan pengarangnya.

HUKUM TIGA KESATUAN

Istilah ini merupakan prinsip-prinsip dalam struktur dramatik yang melibatkan aksi, waktu dan tempat. Kesatuan yang paling penting dan yang satu-satunya ditekankan oleh Aristoteles ialah aksi. Beliau menyebut tragedi sebagai “satu peniruan terhadap aksi yang lengkap , sempurna dan tertentu pentingnya”. 

Apa yang disebutkan sebagai sempurna itu ialah ia harus mempunyai permulaan, pertengahan dan akhiran dengan hubungan sebab-akibat dalam beberapa bagian yang berlainan dalam sebuah drama. Kepastian berlakunya sesuatu itu, disamping konsentrasi adalah merupakan hasil dari keterikatan terhadap kesatuan aksi. Aristoteles menekankan bahwa kesatuan ini tidak semestinya diperoleh secara mudah dengan menjadikan seorang manusia sebagai obyek. 

Kesatuan waktu dikembangkan Aristoteles dari kenyataan dan bukan bersifat dogmatis berhubung dengan penggunaan tragis: “Tragedi mencoba, sedapat mungkin menghadirkan dirinya kepada satu peredaran matahari”. Kritikus-kritikus Itali pada abad ke- 16 merumuskan faham ini dengan menyatakan bahwa aksi seharusnya hanya berlaku sehari saja. 

Dalam hubungan ini banyak pengeritik Prancis dan Inggris dalam abad ke- 17 dan 18 menerima kesatuan ini dan banyak pula yang menggunakannya. Terdapat interpretasi yang berbeda terhadap kesatuan waktu; setengah dari mereka lebih suka menentukannya sebagai hari biasa selama 24 jam, sementara yang lain lebih setuju dengan setengah hari yaitu 12 jam, dan ada pula di antara mereka yang mememdekkannya menjadi beberapa jam saja, sebagaimana yang kita saksikan dalam sebuah pertunjukan. 

Kesatuan tempat adalah merupakan unsur terakhir dan ini tidak ditimbulkan oleh Aristoteles. Ini diikuti secara natural, keperluan menghadirkan aksi untuk satu tempo tertentu; sementara kritikus-kritikus jaman Reneissance di Itali mengembangkan teori-teori mereka tentang verisimilitud, menjadikan aksi sebuah drama mendekati gambaran yang dikemukakan di pentas, menjadikan satu tempat  melengkapi trilogi tersebut. Setengah pengkritik berpuas hati dengan menghadirkan aksi semata-mata dalam lingkungan tempat yang sama. 

Bagi para penulis neoklasik, kesatuan tempat adalah amat erat kesatuannya dengan waktu baik dari segi teori maupun praktek. Teori kesatuan ini sebenarnya adalah merupakan hal yang banyak mendapat perhatian dari kritikus drama. Namun begitu konsentrasi dan kekuatan  yang dihasilkan dari percobaan-percobaan dalam mencapai kesatuan aksi, waktu dan tempat mungkin dianggap sebagai kebaikan. Biarpun begitu dramawan-dramawan  modern kurang berminat terhadap formula tradisional ini. 

Kamis, 08 Oktober 2015

Berternak Ayam (Breeding) Artikel Breeding Menurut Steven van Breemen


Artikel ini ditulis oleh Steven van Breemen, sesuai dgn pengalamannya beternak merpati pos di Eropa sana. Dituangkan dalam buku berjudul Mini Course The Art of Breeding.

Meskipun hewan yg digunakan adalah merpati, tapi saya rasa bisa diterapkan pada Ayam. 
Mengingat kedua spesies ini banyak memiliki kesamaan.
Berikut ringkasannya :

Selasa, 06 Oktober 2015

KESEHATAN DAN MENJAGA SISTEM PERNAPASAN AYAM


Memperhatikan atau menjaga sistem pernapasan ayam adalah syarat utama agar ayam menjadi sehat yaitu dengan menjaga ketersediaan udara yang bersih, maka dari itu perlu kiranya kita menjaga kesehatan ayam terutama yang berhubungan dengan sistem pernapasan ayam sebab melalui saluran pernapasan ayam inilah bibit penyakit mudah sekali masuk ke tubuh, jika saluran pernapasan ayam terganggu maka fungsi utama sebagai penyedia oksigen, mengeluarkan gas karbondioksida, sekaligus sebagai sistem pengaturan suhu tubuh terggangu.

Kamis, 10 September 2015

AYAM PASCA KEOK, MEMBUAT BERANI BERTARUNG KEMBALI DAN BISA LEBIH HEBAT





Ada banyak cara untuk untuk meningkatkan performa dari ayam aduan yang kita punya,ada yang menggunakan uang yang banyak,ada yang menggunakan resep tradisional,ada pula yang dilatih tiap hari,dan ad pula yang membuat heran yaitu,ayam dibawa ke dukun agar ayamnya menang......wah cara ekstrem apalagi ya?
Kadang kita terlalu memaksakan ayam kita untuk menang dalam setiap lomba tanpa memperhatikan kesehatan ayam kita. Membuat ayam aduan yang kalah atau sudah jatuh mental untuk berani dengan ayam kembali dirasa tidak mudah, membutuhkan waktu yang tidak singkat. ayam leres bisa terjadi karena beberapa kondisi antara lain trauma kekalahan, shock karena takut atau kaget, dan keturunan (genetik). leres atau jatuh mental adalah suatu kondisi ketika ayam petarung kita menjadi tidak percaya diri dan tidak memiliki keberanian bertarung kembali, jika beranipun biasanya akan segera lari begitu merasakan sakit.

Rabu, 19 Agustus 2015

MANFAAT KEMIN DAN CARA MEMBUAT



Merawat kulit dan bulu ayam laga merupakan hal yg sangat diperhatikan oleh penggemar ayam laga dan ayam aduan di negeri asalnya, Thailand. Salah satu cara yang digunakan adalah penggunaan KEMIN yg membuat warna bulu menjadi kuning, dimana penggunaan KEMIN ini menjadi salah satu ciri khas ayam laga IMPORT asli dari Thailand. Beranggapan penggunaan kemin hanya mempertebal kulit sahaja, padahal kemin juga bertujuan untuk mempermudah peredaran udara pada bulu ayam.

Kamis, 25 Juni 2015

Menyiapkan Fisik Ayam Aduan 5 banyon

Pertarungan ayam adu Pro 5 ronde (banyon) dalam 1 banyon 15 menit, 15 menit x 5 = 1.15 menit dibutuhkan kondisi fisik yang prima, untik mendapatkannya program latihan intensive dan menu pakan dengan nilai gizi yang tinggi serta multi vitamin yang cukup. Adapun program dijadwalkan selama sebulan penuh.


Minggu 1 latihan senin - jumat :
Jam 6 pagi ayam dikeluarkan dari kandang, diumbar selama 15 menit.
Ayam difisik tanpa sarapan dengan metode : senam sayap, senam kaki, lari, putaran, lompat depan dan belakang. (masing - masing hitungan 50x)
Ayam istirahat 15 menit untuk pelemasan otot
Ayam dibersihkan tenggorokan, diberi sebiji tomat, sejempol gula merah, dan sebutir amnovita.
Ayam dimandikan dan dijemur sampai jam 10 pagi
Ayam istirahat sampai nafas normal
Ayam dibersihkan tenggorokan dan dikandang sampai jam 4 sore
Ayam dikeluarkan dan diumbar selama 1 jam
Ayam dibersihkan, diberi makan + sebutir putih telur rebus + sebutir supravit + minum sampai puas
Ayam dikandangkan...
Sabtu istirahat, diumbar sore hari jam 4 - jam 5, makan cukup jagung + minum sampai puas...
Minggu diabar 1x15 menit, bungkus patuk (cukup patuk atas yang diplester) dan jalu

STAMINA AYAM ADUAN

Tenaga ayam aduan yang kuat akan lebih mudah meraih kemenangan dalam peraduan ayam laga, begitu juga sebaliknya karena tenaga ayam aduan yang minim akan mengakibatkan ayam mudah capek yang akhirnya pergerakan ayam aduan akan semakin lambat. Baik dalam menghindar dari pukulan lawan ataupun ayam sedang  melancarkan pukulan.
Selain perawatan yang bagus, ayam juga memerlukan tambahan makanan dan multivitamin untuk memperoleh kebugaran tubuh dan stamina yang bagus. Untuk memperoleh hasil ayam aduan mempunyai tenaga dan stamina yang bagus, hendaknya ayam mendapatkan perawatan rutin dan selalu mendapat makanan tambahan yang cocok untuk aksi laga nantinya. Untuk jenis perawatannya seperti pada artikel tentang Perawatan Ayam Aduan Ala Vietnam.

Senin, 13 April 2015

MENGOBATI BUBULAN PADA AYAM

Tips untuk mengobati penyakit bubulan pada telapak kaki ayam. Dan artikel ini hasil dari setelah bermanuver di dunia maya. Penyakit bubulan pada kaki ayam bangkok disebabkan infeksi bakteri. Kaki ayam bangkok ada sedikit luka akibat gesekan dengan lantai kandang yang kasar, kaku dan tidak elastis. Kebanyakan kejadian kaki bubulan terjadi pada kandang ayam bangkok model panggung terbuat dari bambu, kayu atau kawat ram.

Minggu, 12 April 2015

OTOT DAN STAMINA AYAM LAGA



Apa yang penting yang menjadi patokan para bebotoh dalam mengukur kemampuan ayam dalam
bertarung.
Setiap bebotoh mempunyai standar yang beragam dan berbeda-beda. Wiring kuning, warna merah dan hitam, kaki yang tumpuk bila diangkat, pegangan yang pas dan cekelannya empuk seperti memegang bebek dan sebagainya. Semua ini berdasarkan dari hasil pengalaman para bebotoh yang telah melahirkan berbagai Jagoan yang selama ini diyakini
mempunyai kekuatan dan pukul.
Namun walaupun demikian, pukul sendiri memang belum memberikan suatu patokan yang pasti, dimana hal yang juga dapat dijadikan sebagai acuan adalah seberapa keras dan akurat pukulnya dan seberapa tahan napasnya.
Akurasi pukulan pada ayam laga dipengaruhi dua faktor penting yaitu pertama perbandingan ideal tulang kaki dan faktor kedua adalah Otot yang berperan penting dalam menentukan arah, kecepatan dan kekuatan pukulan. Otot bekerja dengan cara menarik bukan mendorong.

Kamis, 26 Februari 2015

Perawatan Ayam Sebelum Tarung

Banyak cara untuk menciptakan ayam aduan yang tangguh. Rutinitas harian meliputi olah raga rutin atau melatih ayam setiap pagi. hal yang paling penting sebelum melatih ayam aduan yaitu menjinakkannya. yaitu dengan melakukan perlakuan yang istimewa seperti membelai, memberi makan ditangan, dan memberi nama untuk calon ayam aduan agar menambah hubungan kedekatan emosional.

Melatih ayam aduan banyak sekali variasiya, cara paling benar adalah dengan sering main ke arena gelanggang & ke kandang teman-teman sesama pecinta ayam bangkok , maka kita akan dapat menyerap ilmu yg diterapkan. Latihan dasar untuk pembentukan otot ayam bangkok pola & caranya bermacam-macam.

Sabtu, 21 Februari 2015

Pemeliharaan Ayam Aduan

Biasanya peternak / penggemar ayam aduan cukup rajin dalam memelihara, melatih dan merawat piaraanya. Barangkali yang perlu lebih diperhatikan lagi adalah upaya untuk memperbaiki sistem pemeliharaan yang sudah dijalankan selama ini. Untuk melengkapi tulisan paman saya (Johnny Suyudi), saya (Kamila Edvani) memberanikan diri menulis Sistem Pemeliharaan Ayam Aduan (Bangkok). Tujuan untuk perbaikan sistem pemeliharaan ialah  meningkatkan produktifitas ayam bangkok. Dengan demikian, pertumbuhan badannya dapat dipacu secara lebih optimal lagi, sehingga ayam bangkok tersebut mempunyai kualitas yang baik lagi.

Latihan dan Makanan Ayam Aduan Sebelum Berlaga

• Pelatihan sebelum ayam turun ke kalangan.
Untuk  melatih ayam sebelum turun ke kalangan baiknya setiap pagi di  memandikan dan di jemur  antara pukul 9 sampai 12 siang selama 1 jam (tergantung cuaca), selanjutnya ayam tersebut sekalian di olahragakan/dilatih dengan cara lari  puter sekitar 5 menit dan setelah itu ayam diumbar dikandang umbaran ukuran  2m x 2m (klo ada) sampai sore kira-kira pukul 17.00 WIB.  Kalau tidak ada cukup dilepas bebas secukupnya, setelah itu kembali ke kandang untuk istirahat (box).

• Makanan yg diberikan.
Untuk makanan, cukup dikasih makanan sehari-hari + seminggu sekali cukup diberi 1 butir telur (kalau ada telur itik + madu). Kalau untuk obat-obatan cukup diberi B compleks 1 minggu 2x2 butir setelah ayam makan sore. Nb : hentikan pemberian telur dan obat-obatan 3 hari sebelum ayam mau diadu (turun) ke kalangan.

Ciri Ayam Aduan Yang Tangguh


Seperti apa ayam tangguh dan menangan? Dan pastinya siapa pun ingin ayam petarung jagoannya menang dalam pertandingan. Maka pilihlah yang masuk kategori KELAS SUPER. Kelas ini sudah hampir bisa punya jaminan menang, karena udah dibuktikan banyak orang termasuk saya sendiri.  Kelas super termasuk level teratas karena memenuhi standar syarat utama untuk menjadi jawara. Kali ini saya akan berbagi ciri-ciri ayam aduan super dilihat dari spesifikasi tulang dulu dan ini menurut saya dan rekan-rekan saya sebagai penghobi ayam laga. Kaki ayam menjadi senjata utama mengalahkan lawan. Harus didukung tulang yang memenuhi standar ideal. Langsung simak aja gan penjelasan berikut ini:



Ciri Ayam Aduan Super Yang Tangguh Dan Menangan Dilihat Dari Tulang

Ayam Bangkok Asli Terideal di Thailand

Kesempatan kali ini saya akan mencoba menceritakan kembali apa yang saya dapat setelah berkelana di dunia maya. Yaitu tentang 10 gambar jenis ayam aduan paling ideal (terideal) di Thailand.  Gambar ayam bangkok terideal tersebut diambil dari  Thai Cockfighting VCD and  Magazine.
Gambar ayam bangkok yang ditampilkan nanti,  menurut sumber adalah ayam bangkok terpilih sebagai ayam bangkok thailand ideal atau dengan istilah standard of perfection (standar kesempurnaan).  Foto atau gambar ayam bangkok tersebut menjadi standar acuan atau patokan kesempurnaan, sehingga dapat digunakan sebagai acuan pembanding ayam bangkok yang dimiliki yang notabene masih satu nenek moyang dengan ayam bangkok thailand. 

Ayam bangkok thailand yang ditampilkan ini juga dimuat dalam majalah dan VCD, sehingga kisah cerita dan track record ayam-ayam thailand pilihan tersebut terekam dan terpublikasi. Situs-situs ayam bangkok di thailand pun banyak menggunakan gambar ayam thailand tersebut untuk di tampilkan di situsnya, sebagai bukti bahwa gambar ayam tersebut memang terkenal dan dijadikan patokan pembanding.

Oke gan, langsung saja pada gambarnya gan, selamat menikmati, sambil disruput kopinya....

Obat Kuat dan Jamu Untuk Ayam Laga Sebelum Diadu

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lagi tentang jamu dan ditambah dengan obat kuat. Jamu untuk ayam laga yang ampuh sudah diposting sebelumnya pada postinganResep Mudah Membuat Jamu  Ayam Aduan, silahkan nanti dilihat. Postingan kali ini tentang obat kuat dan jamu untuk ayam aduan. Hehe…jamu dan obat kuat itu bisa dibilang sama juga bisa dibilang beda. Ah, langsung saja ke topik masalah, jamu/makanan penguat untuk ayam seperti kuning telur, daging kambing atau sapi, obat-obatan multivitamin dan minuman energi. Khasiat dan kekurangan masing-masing akan diuraikan sebagai berikut:

Telur Ayam Dan Daging Kambing

Jamu ayam sebenarnya hampir sama dengan jamu untuk manusia, yaitu telur. Tapi anehnya kalo manusia tidak mau memakan telurnya sendiri tetapi kalo ayam mau memakan telur ayam. Hemmm??? Kuning telur ayam atau telur bebek adalah paling mudah dan paling banyak digunakan sebanyak obat kuat atau pelengkap jamu untuk ayam aduan. Kuning telor terbukti mampu meningkatkan gairah, semagat atau libido, karena mengandung kolesterol untuk libido. Tapi yang digunakan adalah telur mentah atau telur setengah matang. Telur rebus masih cukup bagus untuk meningkatkan gairah libido, tetapi pada telur yang digoreng sudah hilang atau rusak zat peningkat gairah libido. 

Cara Perawatan Ayam Bangkok Agar Tumbuh Besar


http://UsahaDropshipping.com/?id=okiputra
Artikel kali ini tentang tips atau cara perawatan ayam bangkok agar dapat tumbuh besar mencapai ukuran 7 hingga 8.  Sebetulnya tidak terlalu sulit mencapai ukuran ayam bangkok yang besar,  hanya perlu sabar dan ulet dalam perawatan ayam bangkok sejak dari anakan.

Sebagian tips cara merawat ayam bangkok pada artikel ini didasarkan pada pengalaman yang pernah diterapkan.  Sebagian lagi informasi dari teman yang sudah beternak selama 9 tahun, yang hingga kini dia masih tetap berjalan menggunakan indukan turunan dari pertama mulai 9 tahun lalu. Cara merawat ayam bangkok tersebut mencakup perawatan sejak anakan, pemberian pakan vitamin dan kalsium, serta mengkondisikan agar makanan tidak terbuang percuma.

Perawatan Ayam Aduan Masa Pertumbuhan


Ayam  Jantan memasuki masa Remaja saat usia masuk 5 sd 6 bulan , pada usia ini ayam produksi Hormon testoteron semakin pesat dimana hormon ini membuat ayam semakin menunjukan tanda tanda kelamin sekunder seperti bulu , badan yang kekar , pembentukan otot sebagai penunjang gerak . Ketika memasuki usia 10 Bulan masa emas pertumbuhan telah  berlalu ,  proses tumbuh kembang tetap berjalan hanya saja tidak  begitu pesat seperti saat masa emas pertumbuhan.

Memilih Ayam Laga Berdasarkan Pukulan


Oke gan, salam guyub rukun selalu bagi para pecinta/penghobi ayam laga se-Indonesia. Kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pukulan ayam petarung. Tulisan ini hasil dari interview kepada botoh di daerah saya, yaitu daerah Berbah, Sleman. Langsung saja gan..

Pukulan dan taji adalah senjata utama bagi ayam bangkok. Setuju semua kan? Pukulan dan taji menjadi salah satu kriteria utama dalam memilih ayam bangkok, yang dapat dilihat saat diabar/adu. Beberapa hal terkait pukulan yang perlu diamati saat ayam bangkok diabar sebagai berikut:
  • Sasaran pukul
Pukulan ayam bangkok yang paling umum adalah kearah kepala dan leher.  Pada beberapa menit pertama abar, terkadang ayam memukul di bagian dada dan bahu (pemanasan mungkin ya?), selanjutnya adalah pada bagian kepala dan leher atas (itu saja kalo ayamnya layak adu).  Hanya ada sedikit ayam bangkok yang memukul di bagian dada, punggung, sayap, pinggang dan perut.  Yang bagus dan paling umum dipilih adalah ayam bangkok yang memukul di bagian kepala dan leher atas secara konsisten.  Bagian kepala bisa mengenai muka, mata ataupun syaraf di kepala belakang. Bagian leher juga bisa membuat ayam keok jika kena pukulan telak terutama jika leher lawan kurang kuat.

Cara Memilih Ayam Aduan Yang Berkualitas Untuk Pemula

Bagi para pemula hobi ayam laga/aduan, dalam hal memilih ayam adalah sangat penting. Beda dengan penghobi yang sudah sangat lihai tentang ayam aduan yang berkualitas, dengan melihat saja sudah tau ayam itu bagus apa tidak. Walaupun juga terkadang meleset dari perkiraan, apa lagi untuk pemula. Karena memilih ayam aduan berkualitas bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan oleh para pemula, terlebih lagi ketika pemula tersebut tidak memiliki ayam unggul untuk menguji ayam yang akan dibelinya (kondisi tidak memungkinkan untuk menguji/test abaran). 

Oleh sebab itu sebelum seorang pemula membeli ayam aduan, ada baiknya  mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri fisik ayam berkualitas yang rata-rata selalu unggul di arena laga. Adapun dibawah ini adalah ciri-ciri fisik ayam aduan berkualitas yang selalu unggul di arena laga pada umumnya.

1. "Khusus ayam bangkok" bagian kepala besar dan berbentuk buah pinang (bulat panjang) maka ayam lebih tahan pukul, pintar, susah dipatok dan tidak asal memukul. Bila kepalanya berbentuk terlalu bulat biasanya ayam tersebut bodoh, mudah dipatok dan asal mukul tanpa memperhatikan pukulannya. Pada bagian kelopak mata harus terlihat menjorok ke dalam, sehingga mata dapat terlindung dari pukulan lawan dan bagian mata harus jernih (tidak ada bercak hitam). Semakin kecil bintik hitam di matanya menandakan ayam tersebut mempunyai mental yang bagus dan lebih sensitif terhadap gerakan/serangan  lawan. Membaca gerakan lawan sangat penting dalam pertarungan.

Selasa, 13 Januari 2015

Info Obat -obatan untuk Ayam



Kebetulan yg ada adalah obat2an produksi PT. Wonderindo Pharmatama.
Berikut diantara obat2 tsb :

Bentuk sachet (bubuk) :

COCCILIN
Utk : coccidiosis (berak darah), pullorum (berak kapur), typhoid dan cholera.
Komposisi : Tetracycline HCL, Sulfadimetoxine, Sulfasomidine, Sulfaquinoxaline, dll
Dosis : 2,5-5grm utk 1 ltr air.